Puisi ini disusun dari esai berjudul, "Bahasa Indonesia di tengah Kapitalisme (Pos/Hiper) Modern : Masih Adakah “Keajaiban Ketiga?" (P. Ari Subagyo)
Pengantar
Karl Marx
cermat menulis Das Kapital :
Kritik der
Poitischen Oekonomie
Futurolog
handal, kritikus utama
ramalkan
kehadiran komunikasi
Yang mecerahkan
dan tak akan ada habisnya
Mewujud rupa
internet
jadi jagad
dunia maya
Tapi Marx lupa
Kapitalisme
punya alat bernama Bahasa
Kebenaran itu
tidak sulit dijelaskan
Tengok
Volosinov dalam Marxism and the philosophy of Language
Kress dan Hodge
di Language as Ideology
Bakhtin di The
Dialogical Imagination
Fairclough di
dalam Language and Power
Van Dijk di
Discourse, Power, and Access
Wodak dalam
Disorders of Discourse
Mereka melihat
Bahasa menunjukkan Ideologi
Ideologi itu
jiwanya
Bahasa itu raganya
Jadi karena
Kapitalisme itu ideologi
Ia pakai bahasa
sebagai piranti eksistensi
Kehadiran dan
pewarisan dalam propaganda
Kapitalisme
membangun bahasa jadi kata,
idiom dan
ungkapan yang khas
Ia menjelma
makhluk yang hidup di dalamnya
Bahkan
Fairclough bersaksi
dalam Language
and discourse in late Capitalist Society
warga Britania
kerasukan “late capitalism”
Semua terekam,
dalam bahasa dalam wacana,
Secara empiris-lingual, penyataan ini sulit ditolak
Kapitalisme
mendewakan modal dan penumpuknya
komoditas jadi sel satuan dasar masyarakat kapitalis
Berharga
dalam potensi jadi komoditas di pasar jual beli
Sehubungan
dengan komodifikasi, Verschueren mencatat
Sejak dijadikan
komoditas, muncullah ungkapan-ungkapan metaforis
Saving the
time, running out of time,
giving someone
a few minutes of your time
Mengapa beda
dari Fairclough ada 3 alasan
Satu, Konsep
Modern sebagai cara berpikir telah diperbarui
Dia telah
dibarengi oleh posmodern bahkan hipermodern
Dua, Modern
sebagai periode waktu dan tahap peradaban pasca tradisional
Ketiga, situasi
kebahasaan dan keadaan bahasa Indonesia saat ini
Modern,
posmodern, dan hipermodern bisa jalan berbarengan
warga pedalaman
tak berbahasa Indonesia
Warga miskin
kota tidak masuk pramodern
mampu berbahasa
pemikirannya relatif
Perlu ditengok
lagi, konteks mutahir bahasa Indonesia
Konteks berbeda
dari Soempah Pemoeda,
Konggres Bahasa,
dan Proklamasi kemerdekaan
atau saat Tata
Bahasa Baku diluncurkan
di Konggres
Bahasa Indonesia yang ke-4
Peradaban dan
cara pikir telah berubah,
Globalisasi
ekonomi, revolusi komunikasi
hasrat menciptakan
pasar tunggal
sungguh telah
mengubah dunia
Membawa Konteks
Bahasa Indonesia berubah jauh ke sana
Modernisme,
Posmodernisme, dan Hipermodernisme
Bincang-bincang
ini diajukan oleh Gilles Lipovetsky.
Ia kemukakan
konsep hipermodern
Setelah
Modernisme dan Posmodernisme
sbagai cara
berpikir peradaban manusia
Modernisme
Diawali
Renaissance muncul ilmu pengetahuan mandiri
Tidak
bergantung kepada agama, politik, dan moral
Gagasan
Descartes Cogito ergo sum menegaskan kemandirian pikiran
Lalu Kant
mengajak manusia modern
melepaskan diri
dari semua bentuk dominasi
yang mendikte
kebebasan
munculkan
humanisme progresif
mengandalkan
kemampuan manusia sendiri
Modernisme
berdiri di atas tiga keyakinan
satu kemajuan,
dua rasionalitas, tiga kebahagiaan
Masyarakat
modern bercirikan seperti ini
Percaya
kemajuan membawa kebaikan
Jadikan
Rasionalitas penopang kemajuan
Beriman ilmu
pengetahuan-teknologi
Huxley bilang itulah
agama tanpa wahyu
Ilmu
pengetahuan-teknologi jalan kebahagiaan baru
Nyatanya
modernitas gagal penuhi janjinya
Gagasan dan
nilai modernitas alami krisis
Sadis, Rasionalitas
dipermiskin jadi rasionalitas instrumental
Tindakan
rasional hanya perhitungkan sarana efektif, mencapai tujuan
Rasionalitas
sarana jadi dominan,
tujuan jadi
kabur tak karuan
Padahal nilai
dan makna terkait langsung dengan tujuan
Hasilnya perang
dunia I, perang dunia II,
Totalitarianisme,
Goulag, kesenjangan utara-selatan
Itulah arogansi
rasionalisme instrumental
Tragedi
diperparah liberalisme ekonomi
kalau dibaca
lagi jadi kapitalisme
Mencari
perluasan pasar, area bahan baku
Kebahagiaan, kemajuan
rasio hilang maknanya
Kebutuhan
ekonomi terpenuhi,
Tetapi kesenjangan
justru melebar
Posmodernisme
Putus hubungan
dengan modernitas itulah ide utamanya.
Situasi budaya
baru, goyahnya dasar-dasar mutlak rasionalitas
Runtuhnya
ideologi-ideologi besar sejarah
yang runtuh
adalah strukturalisme
diawali oleh
Saussure dipuncaki oleh Chomsky
lahirlah
pragmatik dan sosiolinguistik
berideologi
Fungsionalisme sebagai kritiknya
Di era ini
Grands Recits diragukan
ideologi
dominan semua dipertanyakan
seperti
Yudeo-Kristianisme,
Hegelo-Marxisme,
Sosialisme,
progressisme,
evolusionisme,
universalisme,
dan ideologi
patriarki
Pembongkaran semua
bentuk dominasi
Cirinya cenderung
analogis, luwes, dan mengacu beragam makna
Nilai-nilainya toleransi,
pluralitas, kebebasan, dan perdamaian
Tak terpisah demokrasi,
filsafat HAM, kosmopolitansime
Ia ambil jarak
terhadap tuntutan rasio yang mutlak
dari pencarian
akar kebenaran
Anut norma
konsumerisme
memusatkan diri
pada hidup skarang ini
Pengaruh
Konsumsi Massa,
muncul individu
ingin bebas sgala hambatan
Hanya pikirkan
kenikmatan dan pemenuhan diri,
ruang publik
jadi perluasan ruang pribadi
Disiplin dan
tekanan jadi barang basi,
tapi berikan
pilihan dan bangkitkan sensasi
paksaan diganti
bentuk komunikasi
Menganut kuat
pola konsumsi,
didukung
canggihnya alat komunikasi massa
Melawan
norma-norma otoriter dan disipliner,
memusatkan
peran individu dan kenikmatan
Hilang
keyakinan masa depan revolusioner,
tidak tertarik
ideologi politik,
tidak tertarik pemikiran
militan
Itulah ciri
masyarakat Posmodernisme
Hipermodernisme
Putus dari
Modernisme adalah sia-sia
Berubah menjadi
radikalisasi modernitas
Modernitas
keterlaluan,
Modernitas yang
berlebihan
Ciri-cirinya
Sangat
individualis
Masuk dalam
putaran globalisasi ekonomi
Dunia dilihat
dari logika ekonomi
Semakin
didominasi hukum pasar
Waktu semakin
cepat semakin padat
Cenderung
mencari kepuasan langsung
Singkirkan
batasan norma kolektif,
tujuan bersama,
cakrawala bersama
Makna
dipersempit jadi sekarang ini (hit et nunc)
Tindakan
kolektif jadi kebahagiaan pribadi
Mengganti
tradisi dengan mobilitas dan fleksibilitas
Geser harapan
masa depan dengan memuja barang-barang baru
Gantikan
hubungan real kedekatan dengan media tervirtualkan
Hidupi budaya
urgensi, konsumsi, dan hedonisme
Cenderung tolak
komitmen, ikatan kebodohan
Hipermodernisme
bukan kematian Modernisme
tapi justru motor
trail gaspol mencapai puncaknya
Globalisasi
liberalisme, komersialisasi gaya hidup,
eksploitasi
rasio instrumental yang keterlaluan,
pengutamaan
individu jadi samakin mengemuka.
Padahal
modernitas dihambat institusi-instusi,
yang pada
akhirnya dibuat tak berdaya
Lalu jadi mandul
dan tak berenergi
Individu seolah
makin kuat tidak dipengaruhi
Hambatan pertama
tradisi, kelompok masyarakat masih hidup
Keduanya agama,
peran penting pembina hati nurani
ketiga ideologi
politik, janji alternatif bebas dari kapitalisme
keempat ideal
negara-bangsa, pembenaran terhadap pengorbanan warga negara
kelima negara
urusi kegiatan ekonomi
Jejak
Kapitalisme (Pos/Hiper) Modern dalam
Bahasa Indonesia
Masyarakat
Indonesia sekarang, hidup dalam rentang panjang
Keberagaman
berbagai peradaban
Sebagian
mempertahankan masyarakat adat,
Sebagian baru
tinggalkan adat menuju modernitas
yang lain di
Jakarta, lainnya di Batam
Telah menghidup
udara pos/hiper modernitas
Globalisasi,
dunia tanpa sekat
Batas-batas
negara rubuh hancur brantakan
Semuanya jadi
negara terbuka
Regulasi
dijalankan WTO, kendali di negara Industri
Arahkan pilihan
wajib
kepada pasar
bebas atau perdagangan bebas
Kehadiran
kapitalisme modern
seiring
globalisasi, rapatkan jarak dan waktu,
atasi kendala
geografis menuju plosok dunia.
Dalam istilah
Friedman dunia menjadi datar
persaingan
terbuka libatkan siapapun di bumi manapun
Bagi
Frairclough gejala itu marketisasi wacana publik
Ruang-ruang
publik telah berubah jadi belantara iklan
Setiap
detik saatnya lakukan transaksi
Beli beli beli produk-produk perusahaan luar negeri
atau dapat dibaca Kapitalisme modal asing
kapitalisme
baru buat jejaknya dalam bahasa Indonesia
Mulai
dari tataran kebijakan hingga praksis bahasa
Berubahnya
Ideologi Bahasa Indonesia
Jejak
samar tapi amat mendasar
Wujud
perubahan ideologi Bahasa Indonesia
Gagasan,
keyakinan, Sesuai akal sehat
jadi
pendapat umum dan “Tampak Normal”
jadi
bawah sadar pikiran masyarakat
Jarang
dipersoalkan, tak pernah disadari
Justru
jadi bukti memang dia sedang efektif bekerja
Ideologi
Bahasa tandai perencanaan status
bahasa
persatuan dan bahasa negara
Sepakat
ditetapkan dalam Soempah Pemoeda
Digerakkan
ideologi kebangsaan demokratis egaliter
Karena
itu bahasa Indonesia jadi sebuah pilihan
Bukan
Basa Jawa, Basa Sunda dan bahasa lainnya
Padahal
penuturnya lebih banyak jumlahnya
Bahasa
Melayu bahan dasar Bahasa Indonesia
hanya
berpenutur asli 4,5%.
Walau
belum jelas sosoknya,
Diyakini
lebih demokratis dan egaliter
tak
kenal tingkat tutur
menjadi
lingua franca
Dalam
perdagangan di Nusantara
Dalam
Sosiolonguistik ,
Penentu
bahasa Indonesia jadi bahasa persatuan
negara
didasari “Ideologi” pribumisasi
Selain
Vernakularisasi dikenal tiga ideologi lain
Linguitic
Assimilation, Ada bahasa utama yang harus dipelajari semua
Linguistic
Pluralism, Memberi kesempatan pada semua
bahasa yang ada
dan
Internationalism, Mengangkat bahasa nonpribumi jadi bahasa resmi pendidikan
Cobarrubias
bilang proses penentuan bahasa pribumi jadi bahasa resmi.
Segi-segi
sosio-politis-kultural, memartabatkan jati diri.
Jadi,
bahasa Indonesia ada karena ideologi
Pada
saatnya jadi nasionalisme,
Demokrasi,
Jati diri, dan kesederajatan
Maka
tulisan-tulisan utama sosiolinguistik Bahasa Indonesia
jadi
contoh Vernakularisasi
seperti
Tok Pisin di Papua Nugini
Yahudi
di Israel
Tagalog
di Filipina
dan
Quechua di Peru
Namun
saat Bahasa Indonesia dikembangkan atau dimodernkan
Ideologi
vernakularisasi harus berubah
Pilihan
pasti berlawan prinsip, ia adalah Internasionalisme
jadikan
bahasa nonpribumi jadi bahasa resmi
Berbeda
dengan Konsepnya Boeng Soekarno.
Beliau
samakan internasionalisme dengan perikemanusiaan.
Internasionalisme
bahasa Indonesia awalnya
Konsekwensi
logis terbatasnya istilah
Bidang
ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
Kerja
sama Dewan Bahasa dan Pustaka Brunei
Telah
ada 340.000 istilah bidang ilmu
Pusat
Bahasa berhasil tambahkan 250.000 kata baru
Jadi
ada 590.000 kata di berbagai bidang ilmu
agar
tidak terasing dari komuikasi keilmuan antarbangsa
Mayoritas
berupa kata-kata naturalisasi
Penulisan
dan ucupannya disesuaikan dengan kaidah
Tapi
sosok asingnya masih terlihat jelas
Tak
Ayal, Alif Danya Musyi nyatakan,
9
dari 10 kata Bahasa Indonesia adalah asing
Gencarnya Internasionalisme Lewat Iklan
Dominasi
budaya dalam internasionalisme bahasa
Memprihatinkan
tapi juga tidak terelakkan
Mengirim
bahasa Inggris sampai ke pelosok desa
Lewat
iklan di ruang publik sampai masuk ke rumah-rumah
Membuai
hati masyarakat lewat jeda niaga siaran di ruang keluarga
Kapitalisme
telah mengangkat kata-kata ajakan kenikmatan segera
Baru,
Murah, Swalayan, Bermutu, Menghibur, Melegakan
Putih,
bersih, sehat, halal, handal, banyak pilihan
Tampak
muda, tampak cantik, perkasa, mempesona
Selera,
untung, mewah, enak, lezat, aman, nyaman
Irit,
angsuran ringan, nikmat, berkelas, serta puas
Begitu
pula penjualan dilakukan lewat wacana yang menarik
Make
an impact on the next generation
Promising
futures
Kapasitas
seperti what your ambition, energy
Teaching
excellece, expertise, dynamic, forward looking
Lazim
juga di Indonesia
Masuk
dengan gencar kata-kata asing tanpa naturalisasi
Celluler,
-cell, -net, laundry, hand phone, miss call
On line, off line, download, upload, shop, cafe market,
supermarket, whitenning, skin care, facial care
Antiaging,
credit, garansi, print, -tronics, center, centre
Jeans,
t-shirt, fried chicken, property, fashion, villa, estate
Tentu
saja discount
Susunan
frasa dalam bahasa Inggris masuk jadi pilihan
Maya
Salon, Permata Estate, Istana Hotel, Sarah Catering
Bagus
Studio, Lava Tour, Jakarta Fried Chicken, Nova Wedding Organizer
Pasar
perlu yang seksi, catchy, dan sensasional
Budaya
Kosumsi makin meluas
Mentalitas
terjajah hargai apapun yang berbau luar negeri
Runtuh
tradisi runtuh bahasa ibu, dipandang tak bergengsi
Nasionalisme
hampa bukan ideologi dan komitmen bersama
Dari
lubuk hati masyarakatnya, dari lubuk hati warga negara
Merebaknya Internasionalisme lewat Internet
Percepatan
Globalisasi Revolusi 3T
Telekomunikasi,
Transportasi, Turisme
Internet
jadi faktor kunci telekomunikasi
Internet
jadi ruang maharaksasa
Memajang
dan menawarkan aneka barang lintas negara
Peradagangan
secara elektronis
Murah
meriah lincah
Murah
meriah lincah
Cah
cah cah cah
Internet
mendorong produksi teks
Pengguna
internet terus meningkat
Meroket
75% rumah di AS tahun 2006
750
juta pengguna tahun 2007
2008
diperkirakan 1,3 miliar
2012
di Indonesia mencapai 63 juta orang
Dominasi
bahasa Inggris dikhawatirkan
Jacques
Chirac 1996, a major risk of humanity
Jim
Erickson Cyberspeak: the death of
diversity
Will
the English dominated internet spell the end of the other tongues?
World
Wide Web tahun 2000 capai 320 juta laman
80
% pakai bahasa Inggris
Dia
masih Lingua Franca di Internet
Boleh
juga disebut pemicu
Agar
Orang Indonesia kuasai bahasa asing
Ajang
berkomunikasi sebanyak-banyaknya
Bertegursapa
lewat dunia maya
Tampilkan
diri panjang lebar secara ilmiah
Langgengnya Imperialisme Bahasa
Imperialisme
Bahasa istilahnya Phillipson
Mengemas
kritik tajamnya pada penyebaran bahasa
Lewat
pengajaran dan kursus-kursus
Amat
gencar di pertengahan abad 20
Pendudukan
Militer, Penjajahan
Penyebaran,
kegiatan kebudayaan
Pendidikan
dan lembaga bantuan
Phillipson
melihat potensi menebar bahaya
Pertama,
agenda ekonomi politik
Seputar
hasrat keuntungan dan kekuasaan
O
Bagi Mosco, komunikasi bukan skadar penyampaian data
Tapi
produksi makna secara sosial
Komunikasi
bahasa selalu dalam ruang pertarungan untung dan kuasa
Kedua,
Ideologi struktur
Praktik
untuk meligitimasi
Mengefektifkan,
mereproduksi pemilahan
Tidak
imbang atas kuasa dan sumber daya
material
dan non material
antar
kelompok antar bahasa
Canagarajah
bilang dominasi Bahasa Inggris
Penyebab
adanya kesenjangan
Ketiga,
agen-agen budaya barat
Agen-Agen
British Council dan United State Information Agency
Selama
perang perang dingin dicurigai oleh Phillipson
Sentimen
politis, pengaruh budaya
Rasuki
individu hingga dunia
Petaka
budaya dituai bangsa manusia
Jika
keseragaman budaya yang jadi tujuannya
Keseragaman
itu agenda, itu keuntungan, itu kuasa
Namun
ia kuat lewat sekolah
Program
rintisan sekolah bertaraf internasional
Kelatahan
yang konyol
Persaingan
Global tak cukup hanya dengan belajar bahasa Inggris
Dalam
Matematika dan IPA
Bukankah
kita punya kekayaan lokal dan membawanya ke penjuru dunia
Ancaman Terhadap Bahasa Baku
Cara-cara
berpikir untuk mempermudah
Bahasa
dianggap sebagai sebuah pelayanan
Singkirkan
hambatan dari segala norma
Otoriter
disipliner,
Tak
ada lagi tujuan bersama, cakrawala bersama
Tak
ingin Kolektif tak terikat komitmen
fiktif
Lebih
suka hibrida
Campur-campur
bahasa lebih hemat lebih lugas
Diupload
didownload, membrowsing didelete
Dalam
jangka yang panjang
ada
luruh konsonan /k/ /p/ /t/ /s/ dilekati awalan me(N)-
Muncul
pula bahasa privat, bahasa perorangan
Ringkas
ekspresif dan pribadi
Masing-masing
orang bebas membuat singkatan
Ragam
bahasa 4l4y nampak dalam penulisan
Dari
satu kesemapatan ke yang lainnya
Dari
satu orang ke yang lainnya
Semuanya
jelas beda
Suka-suka
seenaknya
Mempermudah
komunikasi
Abai
dalam penulisan
Dan
disebut pelayanan
Keajaiban
itu pernah terjadi
Sutan
Takdir Alisjahbana bersaksi
Bahasa
Melayu bahasa persatuan
Sumpah
pemuda 1928
Dia
disebut bahasa Indonesia
Nyaris
tanpa keberatan
Baik
Jawa dan Sunda
Bali
dan daerah lainnya
Tidak inginkan aromaTribalisme,
yang menjelma wujud pertumpahan darah
STA
menyebutnya “Mukjizat abad ini”
Keajaiban
kedua lebih gila
Joshua
Fishman-lah saksinya
Penambahan
kosa kata baru
Cepat
dan besar-besaran
bahasa
sains bahasa pengetahuan
bahasa
ilmiah dan seni tahun 1978
Jerome
Samuel sejarawan Prancis
Menyebut
dengan sinis
Bahasa
Indonesia “Sama saja dengan bahasa baru”
O
itu sampan kecil berlayar di luas samudra
Ombak
kapitalisme bergelora dengan ganasnya
Bahasa
Indonesia di tengah Kapitalisme
Untuk
keselamatan butuh keajaiban
UU
No 24 Tahun 2009 menjadi dasar
Kelola
Bahasa Indonesia dan Bahasa-Bahasa di Indonesia
Pusat
bahasa jadi Badan Pembinaan dan Pengembangan
Lalu
bangun Balai Bahasa di semua provinsi
Ratusan
program studi Bahasa dan Sastra Indonesia
Baik
di keguruan dan non keguruan
di
seluruh universitas dan institut Indonesia
PP
No.16 tahun 2010
Tentang
penggunaan Bahasa Indonesia dalam pidato resmi
Presiden
dan wakilnya serta semua pejabatnya
RPP
Pengembangan, Pembinaan, dan Perlindungan
Bahasa
dan Sastra serta Rancangan Perpres
Tentang
Penggunaan Bahasa
Dukungan
Kebijakan
Dukungan
kelembagaan
Bagi
keberadaan dan juga pemantapan
Ituah
Keajaiban Ketiga yang menjamin keselematan sampan kecil Bahasa
Di
tengah Arus Ganas Kapitalisme Posmodern
Hipermodern
Selama
masih ada yang setia, dengan penuh rasa bangga,
Akan
terus adakan kejaiban ketiga, keempat, kelima dan seterusnya
No comments:
Post a Comment